Kode Etik — Sustalium

Hanya Inggris: Halaman ini hanya tersedia dalam bahasa Inggris. Untuk pertanyaan, hubungi kami dalam bahasa Inggris atau gunakan alat terjemahan.

Tanggal Berlaku: 01 Januari 2026 | Versi: 1.0

1. Pendahuluan

Di Sustalium B.V., misi kami adalah menghadirkan teknologi kepatuhan yang transparan dan andal. Untuk mencapai hal ini, praktik bisnis kita harus memenuhi standar etika tertinggi. Kode Etik ini menguraikan ekspektasi dasar bagi tim, kontraktor, dan mitra kami.

2. Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi (DEI)

Kami berkomitmen terhadap lingkungan kerja yang bebas dari diskriminasi dan pelecehan. Kami tidak melakukan diskriminasi berdasarkan ras, warna kulit, agama, gender, identitas gender, orientasi seksual, asal negara, genetika, disabilitas, atau usia. Keputusan ketenagakerjaan dan kemitraan hanya didasarkan pada prestasi, kualifikasi, dan kebutuhan bisnis.

3. Hak Asasi Manusia & Perburuhan yang Adil

  • Tidak Ada Pekerja Paksa/Anak di Bawah Umur: Kami memiliki kebijakan yang tidak menoleransi perbudakan modern, kerja paksa, dan pekerja anak di operasi dan rantai pasokan kami.
  • Upah yang Adil: Kami berkomitmen untuk membayar upah layak kepada semua karyawan dan kontraktor yang memenuhi atau melampaui upah minimum yang sah menurut hukum setempat.

4. Privasi Data & Keamanan Informasi

  • Semua karyawan harus benar-benar mematuhi Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR) dan protokol Manajemen Keamanan Informasi internal kami.
  • Data klien, rahasia dagang, dan informasi kepemilikan harus ditangani dengan kerahasiaan yang ketat dan tidak boleh diakses atau dibagikan tanpa tujuan bisnis yang jelas dan sah.

5. Konflik Kepentingan

Karyawan harus menghindari situasi apa pun di mana kepentingan pribadi bertentangan, atau terkesan bertentangan, dengan kepentingan Sustalium B.V. Setiap potensi konflik kepentingan harus segera diungkapkan kepada manajemen.

6. Kepatuhan terhadap Hukum

Sustalium B.V. beroperasi sesuai dengan semua hukum lokal, nasional, dan internasional yang berlaku, termasuk sanksi dan peraturan perdagangan. Ketidaktahuan akan hukum bukanlah sebuah alasan. Jika ragu mengenai keputusan bisnis, anggota tim diharuskan mencari bimbingan dari manajemen.